BANGGAI BERDIKARI — Kawasan Banggai Bersaudara kini dipimpin tiga kepala daerah dengan latar belakang yang berbeda. Amirudin Tamoreka memimpin Kabupaten Banggai, Sofyan Kaepa memimpin Banggai Laut, sementara Rusli Moidady menjadi Bupati Banggai Kepulauan.
Ketiganya sama-sama kembali memperoleh mandat untuk memimpin daerah masing-masing setelah Pilkada 2024. Namun, perjalanan menuju kursi kepala daerah tidak datang dari jalur yang sama.
Amirudin memiliki rekam jejak panjang di dunia usaha dan sektor energi sebelum masuk pemerintahan. Sofyan Kaepa merupakan politikus yang telah dua periode memimpin Banggai Laut dan pada 2025 memperoleh gelar magister dari Universitas Hasanuddin. Sementara Rusli Moidady menempuh karier sebagai aparatur sipil negara hingga mencapai posisi Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan sebelum mengikuti kontestasi politik.
Lantas, siapa tiga pemimpin Banggai Bersaudara ini?
Amirudin Tamoreka: Dari Pertanian, Perkebunan hingga Dunia Energi
Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., M.P. merupakan Bupati Banggai yang lahir di Luwuk pada 13 Desember 1971.
Profil resmi Pemerintah Kabupaten Banggai mencatat Amirudin menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di wilayah Toili dan Luwuk. Ia kemudian menempuh pendidikan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 1991–1995.
Semasa mahasiswa, Amirudin tercatat aktif dalam organisasi kampus. Ia menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Agronomi, anggota Senat Fakultas Pertanian UMI, serta Ketua HMI Batko Pertanian. Ia juga pernah tercatat dalam sejumlah organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.
Kariernya dimulai sebelum masuk ke dunia politik. Pada 1993–1995, Amirudin menjadi asisten dosen Fakultas Pertanian UMI.
Setelah itu, ia bekerja di sektor perkebunan. Pada 1995–1997, ia tercatat sebagai Kepala Bagian Pembibitan PT Kurnia Luwuk Sejati. Berikutnya, ia menjadi manajer perkebunan kelapa sawit pada 1997–2000 dan konsultan kelapa sawit pada 2001–2002.
Perjalanan karier kemudian bergeser ke sektor energi. Profil resmi Pemkab Banggai mencatat Amirudin pernah menjadi Kepala Humas proyek seismik 2D dan 3D PT Pertamina di Blok Donggi dan Balatang Darat, Sulawesi Tengah, pada 2002–2003.
Ia kemudian terlibat dalam proyek seismik Pertamina di sejumlah wilayah lain, termasuk Karadenan Cepu, Jawa Tengah, serta Bekasi, Karawang, Purwakarta dan Subang.
Pada 2004–2006, Amirudin menjadi Manajer Operasional PT Maleo Tama Sejahtera. Pada 2006–2007, ia menjabat Direktur Operasional PT Artha Wicaksana Rajasa.
Profil Pemkab Banggai juga mencatat Amirudin sebagai Direktur Utama PT Petro Jasa Energi sejak 2010, serta komisaris utama di sejumlah perusahaan.
Perjalanan tersebut membuat pengalaman Amirudin sebelum menjadi kepala daerah cukup banyak bersinggungan dengan perkebunan, proyek energi, manajemen perusahaan dan dunia usaha. Universitas Muslim Indonesia pada 2026 juga kembali menyoroti perjalanan Amirudin dari pendidikan pertanian, dunia profesional, sektor energi hingga pemerintahan.
Dalam politik pemerintahan daerah, Amirudin pertama kali menjadi Bupati Banggai pada 2021. Pada Pilkada 2024, ia kembali terpilih bersama Furqanuddin Masulili untuk periode 2025–2030. Penetapan pasangan tersebut sebagai bupati dan wakil bupati terpilih diumumkan DPRD Banggai pada Mei 2025.
Dari sisi LHKPN, data yang dilaporkan untuk 31 Desember 2024 mencatat total harta Amirudin sekitar Rp67,02 miliar. Rincian yang diberitakan berdasarkan e-LHKPN mencakup tanah dan bangunan senilai Rp29,625 miliar, surat berharga Rp9 miliar, serta kas dan setara kas sekitar Rp27,46 miliar. Data LHKPN merupakan laporan harta yang disampaikan penyelenggara negara dan bukan penilaian atas sumber atau legalitas kekayaan tersebut.
Sofyan Kaepa: Dua Periode Memimpin Banggai Laut
Sofyan Kaepa, S.H., M.Si. merupakan Bupati Banggai Laut yang kembali memimpin daerah kepulauan tersebut untuk periode kedua.
Dokumen Mahkamah Konstitusi dalam sengketa Pilkada Banggai Laut 2015 mencatat Sofyan Kaepa sebagai calon bupati dengan pekerjaan yang dicantumkan sebagai swasta. Dokumen pemerintah terkait Pilkada 2020 juga mencatat pasangan Sofyan Kaepa dan Ablit sebagai pasangan calon dari unsur swasta/non-ASN.
Sofyan kemudian memimpin Banggai Laut sejak 2021. Pada Pilkada 2024, pasangan Sofyan Kaepa dan Ablit memperoleh 15.638 suara sah berdasarkan penetapan KPU Banggai Laut.
Salah satu perkembangan dalam perjalanan pendidikan Sofyan terjadi pada 2025. Universitas Hasanuddin mencatat Sofyan Kaepa bersama 13 pejabat Pemerintah Kabupaten Banggai Laut menyelesaikan pendidikan magister pada Program Studi Ilmu Antropologi FISIP Unhas.
Gelar tersebut diperoleh dalam prosesi wisuda April 2025. Dengan demikian, Sofyan kini menggunakan gelar S.H., M.Si.
Di pemerintahan, Sofyan juga aktif mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi. Pada 2024, Pemerintah Kabupaten Banggai Laut dan Universitas Tadulako menandatangani kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Dalam kerja sama dengan Unhas pada 2025, Sofyan menyebut perikanan dan kelautan sebagai salah satu fokus pengembangan potensi Banggai Laut. Ia juga menyampaikan kebutuhan penyusunan master plan perikanan dan kelautan yang lebih komprehensif.
Karakter Banggai Laut sebagai wilayah kepulauan membuat sektor kelautan menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah. Dalam kerja sama tersebut, Pemkab Banggai Laut juga membahas pembangunan fasilitas yang mendukung aktivitas perikanan dan kelautan.
Dari sisi kekayaan, LHKPN yang dilaporkan untuk 31 Desember 2024 mencatat harta Sofyan Kaepa sebesar Rp1,48 miliar. Nilai tersebut terdiri antara lain dari tanah dan bangunan sekitar Rp730 juta serta alat transportasi dan mesin sekitar Rp207 juta. Data tersebut juga mencantumkan sejumlah bidang tanah di Kota Baubau dan Banggai Laut.
Rusli Moidady: Dari Birokrasi ke Kursi Bupati
Berbeda dengan Amirudin dan Sofyan, Rusli Moidady memiliki rekam jejak panjang sebagai aparatur sipil negara.
Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO. merupakan Bupati Banggai Kepulauan yang mulai menjabat pada Februari 2025. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mencatat Rusli sebagai bupati definitif periode 2025–sekarang dengan Serfi Kambey sebagai wakil bupati.
Sebelum masuk ke arena politik, Rusli berkarier di birokrasi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia mencapai posisi Sekretaris Daerah, jabatan yang ditempatinya sebelum maju dalam Pilkada 2024.
Dokumen resmi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan pada 2023 masih mencantumkan Rusli Moidady sebagai Sekretaris Daerah. Dalam dokumen lain yang ditandatangani pada 2023, ia tercatat sebagai Sekda sekaligus Pembina Utama Muda.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banggai Kepulauan pada 2026 menerbitkan sinopsis buku Menapaki Jalan Kepemimpinan di Banggai Kepulauan yang secara khusus mengulas perjalanan pendidikan dan karier birokrasi Rusli. Buku tersebut menggambarkan perjalanan Rusli dari Desa Mansamat hingga mencapai posisi Sekretaris Daerah.
Setelah mencapai posisi puncak karier birokrasi daerah tersebut, Rusli kemudian keluar dari jalur ASN dan mengikuti kontestasi politik lokal. Pada Pilkada 2024, pasangan Rusli Moidady–Serfi Kambey memperoleh 24.894 suara dan kemudian ditetapkan sebagai pasangan terpilih.
Sebagai kepala daerah, Rusli membawa sejumlah agenda yang sebelumnya juga menjadi kebutuhan utama Banggai Kepulauan sebagai wilayah kepulauan.
Dalam pertemuan dengan Bappenas pada Juli 2025, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memaparkan sejumlah program prioritas, antara lain penguatan layanan dasar kesehatan, pendidikan dan air bersih, pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan sektor perikanan dan pertanian, konektivitas antardaerah serta pengembangan ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga mendorong digitalisasi desa. Pada 2025, Rusli menyampaikan bahwa digitalisasi diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memperluas promosi produk dan layanan desa.
Dari sisi kekayaan, data LHKPN yang dilaporkan untuk 31 Desember 2024 mencatat harta Rusli Moidady sebesar Rp902,34 juta. Data tersebut merupakan laporan harta pada tahun pelaporan tersebut, sehingga nilainya dapat berubah pada laporan tahun berikutnya.
Tiga Latar Belakang di Tiga Wilayah Banggai
Amirudin Tamoreka, Sofyan Kaepa dan Rusli Moidady memiliki perjalanan menuju kepemimpinan daerah yang berbeda.
Amirudin menempuh jalur pendidikan pertanian, kemudian bekerja di perkebunan, proyek energi dan dunia usaha sebelum memasuki pemerintahan.
Sofyan Kaepa memiliki pengalaman politik dan pemerintahan daerah serta telah menyelesaikan pendidikan magister Ilmu Antropologi di Universitas Hasanuddin pada 2025.
Sementara Rusli Moidady menempuh jalur birokrasi pemerintahan hingga menduduki posisi Sekretaris Daerah sebelum mengikuti kontestasi politik.
Perbedaan rekam jejak tersebut menjadi bagian dari profil tiga kepala daerah yang saat ini memimpin kawasan Banggai Bersaudara.
Dari sisi LHKPN tahun pelaporan 2024 yang ditemukan dalam sumber berbasis e-LHKPN, nilai yang dilaporkan juga berbeda: Amirudin sekitar Rp67,02 miliar, Sofyan sekitar Rp1,48 miliar dan Rusli sekitar Rp902,34 juta.
Angka tersebut merupakan data administratif mengenai harta yang dilaporkan penyelenggara negara pada periode tertentu. Perbedaan nilai LHKPN tidak dengan sendirinya menjelaskan kualitas kepemimpinan, kinerja pemerintahan, ataupun kondisi ekonomi daerah masing-masing.
Untuk membaca tiga kepemimpinan tersebut secara lebih utuh, profil personal hanya menjadi titik awal. Rekam kebijakan, anggaran daerah, investasi, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, IPM, pelayanan publik dan capaian pembangunan masing-masing kabupaten menjadi data berikutnya yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana mandat pemerintahan dijalankan.
Sumber: Dokumen pemerintah daerah, KPU, Mahkamah Konstitusi, Universitas Hasanuddin, dan e-LHKPN KPK.
Posting Komentar untuk "Mengenal Tiga Pemimpin Banggai Bersaudara: Rekam Jejak, Karier, dan Kekayaan"