LUWUK — Festival Sastra Banggai (FSB) 2026 memasuki satu dekade perjalanan. Gelaran literasi dan kebudayaan yang digagas Yayasan Babasal Mombasa itu akan berlangsung selama lima hari, 14–18 Oktober 2026, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong, Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.
Memasuki penyelenggaraan ke-10, FSB mengusung tema “Layar Kesepuluh: Yang Tak Pernah Kuncup”. Tema tersebut menjadi penanda perjalanan satu dekade kerja literasi, sastra dan kebudayaan yang dibangun dari Banggai Bersaudara.
Sejumlah nama mulai diperkenalkan untuk mengisi rangkaian festival tahun ini. Di antaranya Boy Candra, Reda Gaudiamo, M. Aan Mansyur, Agus Noor, Afthonul Afif, J.S. Khairen, Alfin Rizal, Aura Asmaradana, Ady Anugrah Pratama, Adin Amiruddin, dan Zamzami Arlinus.
Tak hanya diskusi dan perjumpaan sastra, FSB 2026 juga menghadirkan panggung musik dengan penampilan Jason Ranti.
Rangkaian kegiatan turut menyasar anak-anak melalui FSB Kids yang dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Oktober 2026. Program tersebut diisi dengan lomba mewarnai, menggambar dan mendongeng.
Dalam publikasinya, pihak FSB menyebut satu dekade perjalanan festival menjadi penanda penting bagi geliat sastra dan literasi di Banggai Bersaudara. Festival ini juga menjadi ruang pertemuan antara penulis, pembaca, pegiat literasi, seniman dan komunitas.
Menandai satu dekade perjalanan, panitia mengutip larik puisi Wiji Thukul, “kami tetap ada dan berlipat ganda”.
Sepuluh Tahun Perjalanan FSB
Perjalanan Festival Sastra Banggai bermula pada 2017. Festival ini digagas sejumlah anak muda yang tergabung dalam jaringan relawan literasi Babasal Mombasa. Gagasannya berangkat dari geliat komunitas literasi yang mulai tumbuh di Banggai dan kebutuhan menghadirkan ruang pertemuan bagi penulis, pembaca serta pegiat kebudayaan.
Sebelum FSB lahir, Babasal Mombasa sendiri telah berkembang sebagai komunitas literasi sejak akhir 2015. Nama Babasal merupakan akronim dari Banggai, Balantak dan Saluan, sementara “Mombasa” berarti membaca.
Sejak penyelenggaraan pertamanya, FSB berkembang menjadi agenda tahunan dengan berbagai program, mulai dari diskusi sastra, kelas menulis, residensi, pertunjukan seni hingga kegiatan literasi untuk anak-anak.
Tema yang diusung juga berubah setiap tahun. Pada 2017, FSB mengangkat “Rayakan Kata, Bumikan Ilmu”, kemudian “Re.so.nan.si: Suara-suara yang Memeluk” pada 2018, “Musim-musim yang Memberi Tanda” pada 2019, hingga sejumlah tema lain yang mengikuti persoalan sosial dan kebudayaan.
Pada 2023, misalnya, FSB mengangkat isu perubahan iklim melalui tema “Mendedah Cuaca, Memperpanjang Usia Bumi”. Sementara pada 2025, festival memasuki simpul kesembilan dengan tema “Simpul Kesembilan Merajut Kata”.
Kini, pada 2026, Festival Sastra Banggai mencapai satu dekade. Dari sebuah inisiatif komunitas, FSB tumbuh menjadi ruang perjumpaan sastra, literasi dan kebudayaan yang secara konsisten mempertemukan berbagai kalangan di Luwuk.
Festival Sastra Banggai 2026 terbuka bagi masyarakat umum dan akan berlangsung pada 14–18 Oktober mendatang di RTH Teluk Lalong. (*)
Posting Komentar untuk "Satu Dekade Festival Sastra Banggai Digelar 14–18 Oktober 2026, Hadirkan Boy Candra hingga Jason Ranti"